STASIUN KERETA (part 2)

STASIUN KERETA (part 2)


secangkirkopitubruk.com

Nama sayah Erlina Putri, kalian boleh memanggil sayah Erlin. Sayah memiliki seorang teman, yup dia hanya seorang teman, tidak lebih. Namanya Syaeful Bahri, mungkin seperti nama Syaeful Bahri yang lainnya, yang sayah rasa sudah banyak beredar di pasaran, sayah pun memanggilnya dengan nama Ipunk. Hari ini sayah berencana untuk berkencan dengannya di Dufan ~ yup berkencan kalau memang bisa di anggap seperti itu.

Perjalanan Bogor – Jakarta pun akan dimulai, kali ini, sayah lah yang menjemput Ipunk di rumahnya, karena kami akan ke Jakarta dengan kereta dan memang perjalanan dari rumah sayah menuju stasiun harus melalui rumahnya dulu. Sesampai di depan rumahnya aku melihat jam tanganku, yup tepat jam 08.30.

“Assalamu`alaikum..”, aku mengetuk pintu rumahnya.

“Wa`alaikumsallam…”, dengan wajahnya yang selalu seperti seorang yang cuex, kadang sangat menyebalkan, tapi entah kenapa sayah sangat menyukai sifatnya itu, karena sayah tahu siapa dan seperti apa dia sebenarnya, lima tahun mengenalnya lebih dari cukup untuk mengetahui siapa dia.

Setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya, kami langsung menuju Stasiun Kereta Bogor yang memiliki nilai seni tinggi ~ itu kata orang-orang jaman dulu sih, sebelum sampah, pedagang kaki lima, pengamen, bahkan pencopet belum memenuhi tempat ini. Sesampai di depan loket kami pun saling menatap.

“Kau yakin, kita akan menggunakan gerbong ekonomi?”, Ipunk bertanya dengan senyumnya yang menantang.

“Tentu saja, kita gak mau kan setelah pulang dari dufan menjadi orang yang bahkan lebih miskin dari orang miskin.”, wajah kami pun disinari senyum kemenangan.

Beruntung kami datang lebih cepat dari jadwal keberangkatan, dan di rel sudah menunggu gerbong ekonomi yang masih kosong. Dan dengan bangganya kami langsung menguasai tempat duduk yang tersedia dengan fasilitas yang sangat hebat. Perlu kalian ketahui, kereta ekonomi itu memiliki banyak fasilitas yang dapat kita nikmati.

  1. AC as know as Angin Cepoi-cepoi, yang dapat kalian nikmati tanpa tambahan biaya sepeserpun. Dan kalian akan dapat menikmati kualitas AC yang paling mantap bila mendapatkan tempat duduk dekat dengan pintu kereta, atau jendela yang sudah tidak ada kacanya.
  2. Full Music, disetiap gerbong anda akan disuguhkan lagu-lagu lawas, ataupun lagu-lagu yang ada di chart dahsyat minggu ini.
  3. Non Stop Cullinary, kalian hanya perlu duduk manis, maka ka nada pelayan kereta yang menawarkan banyak makanan kepada anda, bahkan ada beberapa yang menawarkan koran, pensil 2B, ataupun pencukur jenggot ~ walaupun anda seorang wanita.
  4. Dibeberapa gerbong di lengkapi dengan pemandangan bawah kereta, seperti halnya fasilitas perahu-perahu yang ada di taman laut bunaken. Dan sekali lagi, fasilitas ini tidak dipungut biaya sepeserpun.

Cukup lama waktu yang kami habiskan untuk menunggu kereta ini berangkat. Seperti biasa sayah hanya akan diam saja di depan Ipunk, karena sayah tahu, saat suasana yang menjenuhkan seperti ini, pasti dia akan mengeluarkan leluconnya yang dapat membuatku ketawa.

“Erlin, lw sadar gak?sepertinya gerbong ini sangat menyeramkan?”, Ipunk berbisik pada ku.

“Karena apa?karena preman-preman itu yah?”

“Iya, ditambah lagi warna kereta ini sudah pucat dan kotor dimana-mana.”

“Memang seharusnya kereta ini dicat ulang kali yah.”

“Gw rasa warna pink paling baik”

“hah???”, terkadang dia sangat garing dan membuatku terkejut.

“Tentu saja, pasti dengan latar warna pink, preman-preman itu tidak terlihat menyeramkan lagi.”

“Tentu saja, gw rasa angka kriminalitas di dalam gerbong kereta juga akan berkurang.”, sayah pun tidak mau kalah garing.

Kereta pun mulai berjalan. Seperti yang Ipunk  katakan, memang sepertinya gerbong ini mulai terlihat suram, mungkin karena ada beberapa preman dengan beberapa suntikan silicon di lengannya. Ada baiknya juga usulan Ipunk untuk merubah warna gerbong ini menjadi pink ~ mungkin ini bisa menjadi penelitian kalian yang kuliah di Jurusan Psikologi dengan judul skripsi “Pengaruh Warna Pink Gerbong Kereta Terhadap Tingkat Kriminalitas Di Dalam Gerbong”.

Oh ya, untuk pembaca wanita yang ingin menghindari hal-hal yang suram, ada baiknya mengikuti petujuk berikut:

  1. Jauhi gerbong yang penuhnya seperti kaleng sarden — terutama kalo sardennya dipenuhi preman.
  2. Untuk menghindari kecopetan, usahakan duduk!
  3. Selalu bawa tisyu cadangan, karena kebanyakan laki-laki di gerbong ekonomi tidak mengenal salah satu penemuan besar, yang kebetulan namanya parfum.
  4. Jauhi semua laki-laki yang matanya bergerak terlalu cepat —  Biasanya mereka mencari kembarannya Chatrine Wilson —, karena menurut survey laki-laki seperti ini kalau bukan mata keranjang biasanya copet. Kamu tidak mau kan punya pacar dengan dua kualitas di atas?
  5. Kalau kamu lagi BT sebaiknya mendekat ke Nenek-nenek, karena mereka biasanya dijauhi mata keranjang

Kereta pun mulai dipenuhi manusia-manusia dari banyak kalangan di muka bumi, ada yang berpenampilan preman dengan suntikan silicon di kedua lengannya, ada banyak juga mahasiswa dan mahasiswi yang sepertinya melakukan perjalanan dengan kereta ini setiap harinya. Ada nenek-nenek yang kebetulan duduk di sebelah sayah. Ada tukang jeruk yang dari tadi nawarin sayah terus. Tapi yang paling eren adalah ada orang butayang bisa berjalan antar gerbong tanpa kesulitan.

Begitu banyak yang bisa dilihat, namun mata sayah hanya memandang kosong ke pintu –kalau masih bisa di bilang pintu – cukup menyenangkan melihat keluar sana, melihat gedung-gedung silih berganti, pohon-pohon, ahkn tiang-tiang yang sepertinya lagi balapan. Tapi terlalu lama melihat semua itu, pandanganku mulai kosong. Entah terbawa kemana pikiranku, namun yang sayah ingat adalah kenangan pertama kali bertemu dengan seseorang, seseorang yang aneh dilapangan. Sekitar 5 tahun yang lalu sepertinya. Di pinggir lapangan sekolah, sayah sedang menunggu matahari terbenam. Sangat menyenangkan melihatnya sebelum pulang kerumah. Namun dalam kesenangan itu, ada orang aneh yang menawarkan secangkir capucino.

”Hai, kau teman sekelas ku kan?” manusia tanpa nama itu menghampiri sayah ” Kau senang dengan matahari terbenam ya?”

”Sepertinya kau juga senang dengan secangkir capucino?” sayah melihat manusia itu memegang secangkir capucino.

”Capucino adalah kopi yang lembut dan indah, saking lembutnya, sangat nyaman untuk mencurahkan isi hati padanya.”, ternyata manusia ini lebai banget, ”Sepertinya, ada yang ingin kau bicarakan pada matahari? Dia terlalu jauh, lebih baik kau bicara pada segelas capucino ini.”

“hoy-hoy lin bangun hoy” ada suara lain dalam khayalan ku.

“lin kita udh nyampe kota nih, ayo kita turun” OMG ternyata sayah tertidur di pangkuan manusia aneh itu…

to be continue…

2 thoughts on “STASIUN KERETA (part 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s