Kisah Klasik

Kisah Klasik


secangkirkopitubruk.com

Ini hanyalah sebuah kisah klasik, tentang seorang anak kecil berumur enam tahun. Dia adalah seorang anak yang sangat luar biasa. Dia memiliki cita-cita yang sangat tinggi. Sebuah cita-cita yang sangat luar biasa. Membasmi kejahatan yang ada untuk menciptakan kedamaian dunia. Kita bisa memanggilnya Ipunk dan dia memiliki hasrat yang luar biasa besar untuk menjadi Power Ranger….

Untuk mencapai cita-cita itu, tentu saja dia harus banyak belajar dan melalui banyak rintangan dalam hidupnya. Setiap pagi anak ini berjuang bangkit dari tempat tidur untuk melatih tendangan mautnya. Untuk tingkat awal dia praktekan pada bantal yang malang. Selain itu dia, harus dapat menahan makian dan jitakan dari kakanya yang merasa jadwal tidurnya terganggu karena kegaduhan yang terjadi—well, dia menganggap itu hanya sebuah cobaan untuk menjadi Power Ranger.

Merasa lelah berlatih, anak itu beristirahat di ruang tamu. Disana terduduk seorang yang dia kagumi, dia percaya orang inilah yang dapat membimbingnya untuk mencapai cita-citanya. Seorang yang sangat hebat. Dialah yang selalu menolongnya saat kakanya yang jahat menjitak kepalanya dan menjewer kupingnya. Cukup dengan tatapan mata yang tajam dan goyangan telunjuk ke kanan dan kiri, kakanya langsung tertunduk seolah minta pengampunan lalu pergi menjauh menyelamatkan diri.

Tak hentinya anak itu menatap ayahnya. Dia seorang ayah yang sangat hebat, patut untuk dikagumi. Ayah sedang terduduk di singgasananya di ruang tamu sambil membaca koran, di depannya ada gelas berisi cairan berwarna hitam. Cairan itu mengeluarkan asap yang cukup tebal. Sangat menakutkan dan sepertinya cairan itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Seperti seorang yang sedang jatuh cinta pada pandangan pertama, anak itu tak bisa melepas tatapannya pada cairan itu, bahkan seolah Ayahnya kalah ganteng dengan cairan warna hitam yang mengepul-ngepul.

Bukan karena lelah menatap, Dia mengalihkan tatapan pada ayahnya yang sedang membaca koran. Lalu memindahkan tatapannya kembali pada cairan hitam. Lalu kembali pada ayahnya lagi. Kembali pada cairan. Kembali pada ayahnya. Anak itu pun mengunci tatapannya pada cairan hitam, namun tampilan layar terus berganti dari wajah Ayah dan Cairan Hitam dengan diiringi backsound “JRENGJRENGJRENG…” layaknya sinetron.

Anak itu menanti apa yang akan dilakukan ayahnya pada cairan itu. Namun ayahnya belum juga bergerak dan terus menatap koran.

Detik demi detik penantian itu akhirnya datang juga, Ayah melakukan gerakan, dia menaruh korannya, sedikit menghela nafas, mungkin karena sedikit tertekan dengan berita yang dia baca. Ayah menatap cairan itu. Jantung Ipunk mulai berdegup dengan kencang, momen yang dia tunggu akhirnya akan datang.

Ayah memegang gelas berisi cairan itu….

Anak itu tidak henti melepas tatapannya, tanpa disadari dia belum mengedipkan mata lebih dari 10 menit yang lalu…

Ayah mendekatkan gelas pada mulutnya secara pelahan…

Mata Anak itu semakin besar, dia semakin yakin kalau cairan itu memiliki kekuatan yang sangat luar biasa, hingga ayah memegangnya dengan sangat hati-hati..

Sudah sampai di depan mulutnya, Ayah menghentikan gerakan tangannya. Dia menarik nafas di atas cairan itu,,

Anak itu berpikir, mungkin Ayah ragu-ragu untuk meminum cairan itu, dan dia sedikit tegang sehingga harus menarik nafas dulu untuk menenangkan diri..

Mata Anak itu semakin membesar, tangannya menggenggam dengan kerasnya, menunggu apa yang akan terjadi. Bibir ayah sudah menempel dengan gelas. Benar apa yang dipikirkan seorang anak berumur enam tahun ini…. Cairan ini sangat luar biasa, bahkan Ayahnya yang sangat hebat dan ditakuti kakanya, meminum cairan ini dengan sangat berhati-hati… sehingga hanya terdengar suara ‘sruput…sruput’ saat ayah meminumnya…

Tidak banyak cairan yang diminum ayah, namun sepertinya raut mukanya berubah. Tenaganya seolah terisi penuh.

“Okeh sekarang ayah siap bekerja”, ayah tersenyum pada Ipunk.

“Maahh, Papah berangkat yaaahhh!!”

Ayah berdiri, lalu mulai melangkah keluar rumah menuju kendaraannya..

Anak itu menunggu sampai ayah keluar rumah, diapun langsung menuju cairan hitam, menatapnya ragu,,, seolah ingin meminumnya,, tapi dia tidak berani,,, melihat cara minum Ayahnya yang cukup hati-hati, dia yakin kalau minuman itu cukup berbahaya kalau tidak tahu cara meminumnya..

Tatapannya beralih ke koran yang baru saja di baca Ayah… Ada Gambar yang sangat menakutkan, sebuah gambar api yang melahap rumah-rumah. Diatasnya ada sebuah tulisan, namun anak itu masih ragu dengan arti tulisan itu.. beruntung Ibunya datang…

“Maaahh, ini bacanya apa ya?”

“hmm…”, Ibupun tersenyum “Korban Si Jago Merah Butuh Bantuan Segera”

Anak itu pun terkejut dan langsung mengejar Ayah untuk memeluknya.

“Ada apa nak? Papah harus menunaikan tugas untuk kebaikan kita semua..”, Ayah tersenyum dan melepas pelukan anaknya..

“Tapiii Paaah…”…”Papah harus mengalahkan monster itu dan pulang yahh!”

“Tenang, papahkan jagoan… papah pasti pulang kok.”, Ayahpun masuk ke kendaraannya dan pergi meninggalkan anak itu sendiri…

Anak itu merasa tidak tenang, Ayahnya memang memiliki jari yang sakti, namun Si Jago Merah sepertinya dapat menyemburkan api dari mulutnya sehingga dapat membakar rumah.

“Aku harus menolong Ayah”, anak itu sedikit berbisik. Dia pun berlari kembali ke dalam rumah untuk meminum cairan hitam itu.

Namun sungguh malang nasibnya, cairan hitam itu sudah lenyap, bahkan korannya pun sudah tidak ada. Anak itu pun mulai mencari ke kolong meja, kolong bangku, sampai di dalam vas bunga— Yah!!! Tidak salah lagi! Si Jago Merah menyusup kedalam rumahnya dan mencuri cairan hitam itu.

Anak itu pun berlari ke dalam kamar dengan paniknya untuk mencari pedang sakti yang dapat menyala pemberian ayahnya. Dia mencari-cari kembali di lemari, dikolong meja, di kolong tempat tidur, di bawah bantal…

Ya!

Di bawah bantal dia menemukan gameboy! Dan mulai memainkan gamboy itu di atas tempat tidur.. sementara itu Ibunya sedang di dapur mencuci gelas kopi bekas Ayahnya…

4 thoughts on “Kisah Klasik

  1. kurang seru ah kang yang baru ni mah, pembaca setia kecewa nih, hahhaa tapi gw tau koq, pasti pas bikin ni tulisan sambil minum tu kopi tubruk,hahahha makanya dibawa2 mulu kan??? tapi gw salut dah kang lw dah bisa bikin cerita yg bt ngakak orang, hehhee terus bikin yg lebih bagus kang, kale ajah tu boim lebon kegeser ma lw kang hehehee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s