Come Back!

Come Back!


Dalam suasana lebaran yang hikmat ini <kalo di kampus masih dalam suasana halal bihalal lebaran looh>, tim secangkirkopitubruk memohon maaf karena sudah menghilang ataupu kesalahan lain yang disengaja mauoun tidak disengaja dalam beberapa bulan ini. Untuk kedepannya diharapkan tim secangkirkopitubruk dapat lebih eksis lagi di dunia per-blog-an (bukan dunia kegoblokan yah! Walaupun – mungkin – tulisannya agak goblok).

Bukan berarti menghilang untuk melupakan, tapi kami menghilang untuk mencari inspirasi. Yak, beberapa tulisan terakhir banyak sekali mendapat komentar yang kurang memuaskan dari pembaca. Teringat tulisan dari Dee Lestari dalam Perahu Kertas. Kurang lebih dia mengatakan seperti ini “sehebat apapun seorang seniman akan mencapai titik jenuh, dimana mereka sudah tidak bisa berkarya lagi”. Maksudnya seniman hebatpun akan mengalami hal seperti yang gua rasakan yaitu “gak bisa berkarya lagi alias hilang inspirasi”. Jadi wajar aja kalo gua tiba-tiba gak bisa berkarya lagi (bukan karena hebat, tapi karena yang hebat aja kayak gitu, apalagi gua).

Oh ya secangkirkopitubruk mau Curhat dulu nih,  gua sekarang akan memulai penelitian yang baru, tentang toge. Perlu digarisbawahi! Gue milih Toge bukan karena dapat meningkatkan kejantanan kaum pria ataupun Toge yang selalu menelepon di kala malam mengundang. Di pilih Toge karena pertumbuhannya yang sangat singkat. So, gua gak perlu lama-lama nungguin pertumbuhannya! Tolong doain ya para penikmat secangkirkopitubruk J tapi ternyata ada masalah saat gue harus nyari literature tentang toge dengan menggunakan jasa Mbah Google (Do you know? I Should write a “TAOGE”, not “TOGE”! hmmm, but it could be refreshing.. haha)

Ada juga berita duka dari secangkirkopitubruk, kemarin, 18 Agustus 2010  Kang Yadi, kerabat gue di kampoeng halaman, Serang, telah di panggil Yang Maha Kuasa. Ada satu lagi berita duka dari seorang legenda seniman sunda, Raden Aang Kusmayatna Kusumadinata atau lebih dikenal dengan Kang Ibing. Kepergiannya sangat memukul bokap gue, karena Kang Ibing adalah seorang teman baiknya di masa muda. Semoga amal ibadah mereka di terima disisi-Nya. Amiin

Yang mungkin juga akan memukul para penikmat secangkirkopitubruk yaitu kepergian Si Bawel (salah satu tokoh dalam 1’st date – you were wonderfull tonight). Sangat ironis, kerakusannya lah yang merenggut nyawanya (masih ingat Si Bawel memakan Tulang ayam geprek). Entah kenapa setelah makan sampah di jalan, mulut si Bawel berbusa, apa daya kali ini tim secangkirkopitubruk tidak dapat menyelamatkannya dan dengan ironisnya dia meninggalkan dunia dengan mulut berbusa.. (sedih ah..)

Menghilangnya secangkirkopitubruk beberapa pekan ini diharapkan dapat memberikan karya-karya yang lebih segar. Sudah ada beberapa cerita yang akan disajikan dalam secangkirkopitubruk diantaranya lanjutan dari Stasiun Kereta (bag. 3), Happy Birthday D.I.A.N.A, Buang Kenangan di Ujung Genteng, dan selain cerita pendek, akan ada karya-karya berupa sketsa gambar dan puisi yang dibuat tim secangkirkopitubruk.

Akhir kata selamat menikmati menu-menu baru dalam secangkirkopitubruk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s