Let There Be Espresso!

Let There Be Espresso!


secangkirkopitubruk.com

Espresso berasal dari bahasa Italia, sebagai keturunan darah italia saya menerjemahkanya sebagai secangkir kopi yang diseduh untuk anda, adalah kopi yang dikonsentrasikan (sangat pekat) yang dibuat dengan menyemburkan air yang sangat panas, tapi tidak mendidih, ke kopi di bawah tekanan tinggi (9-10 Atmosfer).

Bagi pencinta kopi sejati yang sudah mengganti darahnya dengan kopi, mereka sangat menggemari espresso karena memiliki citarasa kopi yang sebenarnya. Aroma kopi pada secangkir espresso sangat kuat dan harum. Espresso juga kaya akan rasa kopi. Karena pekat, espresso cenderung lebih kental dan lembut. Rasa dari espresso yaitu manis bercampur pahit. Ada juga yang mengatakan manis seperti karamel.

Karena kepekatan kopi dalam secangkir espresso. Biasanya kopi ini hanya disajikan dalam cangkir 40 mililiter. Dan cara penyajiannya yaitu langsung disajikan setelah dimasak dan dihidangkan bersama gula dalam cangkir kecil. Hal ini akan membuat aroma dan keharuman kopi benar-benar terasa nikmat.

Pada awalnya, pembuatan minuman (brewing) kopi seperti ini dikembangkan di milan, Italia, sejak awal abad ke 20-an oleh nenek moyang saya, dibuat dengan tekanan uap sebesar 7 atmosfer. Sampai pada pertengahan tahun 1940, ditemukan mesin dengan tuas piston yang menghasilkan tekanan sekitar 9 sampai 10 atmosfer. tekanan inilah yang cocok untuk pembuatan espresso.

Banyak orang yang beranggapan untuk membuat secangkir espresso dibutuhkan biji kopi khusus, namun sebenarnya espresso dapat dibuat dibuat dengan biji kopi apapun (namun tidak begitu dengan semua jenis biji-bijian). Biji kopi tersebut kemudian disangrai sampai berwarna cokelat gelap dan terasa harum. Setelah itu digiling lebih halus daripada kopi biasa. bagian pengolahan yang berbeda dengan kopi tubruk biasa, espresso diseduh dengan memanfaatkan tekanan uap (seperti halnya orang gila yang dilahirkan dengan tekanan mental)

Tentu saja untuk menghasilkan tekanan sebesar ini dibutuhkan alat yang tidak murah (yang tidak terjangkau oleh tim secangkirkopitubruk untuk mengujinya), ada beberapa alat yang dapat digunakan dengan kisaran harga mulai dari Rp 2-20 juta. Yang paling murah adalah teko khusus pembuat espresso. Namun hasilnya adalah kopi yang tidak terlalu kental dan tidak terlalu banyak crema. Alat lainnya adalah mesin uap listrik. Sedangkan yang paling mahal adalah mesin piston dan mesin pompa. Yang dapat menghasilkan tekanan yang cukup untuk membuat espresso.

Menurut cara penggunaannya mesin espresso dapat dibagi menjadi 4, yaitu:

  • Manual : salah satu contoh mesin manual ini adalah teko khusus pembuat espresso. Memakai sistem seperti yang pertama kali ditemukan oleh Cremonesi tahun 1938. Mesin ini hanya bisa mengaplikasikan tekanan sebesar 9 atmosfer pada awal ekstraksi, lalu tekanan akan menurun sampai sekitar 7 atmosfer pada akhir ekstraksi. Namun di beberapa coffee shop, mesin ini masih banyak digunakan, karena selain memiliki harga yang murah, espresso yang dihasilkan memiliki rasa yang khas, seperti kurangnya rasa pahit dan asam.
  • Semi-Otomatis : dengan mesin ini kita hanya menggunakan satu tombol untuk memulai dan mengakhiri ekstrasi.
  • Otomatis : hampir sama dengan Semi-Otomatis, yang membedakan adalah adanya mikrokontroller untuk mengatur waktu pengerjaan ekstrasi, sehingga tidak diperlukan tombol off.
  • Super-Otomatis : Semua proses dari menggiling biji kopi, menakar, tamping, ekstraksi, sampai membuang kopi sisa ekstraksi dijalankan secara otomatis. Kalian bisa membuatnya sambil santai minum secangkir espresso (lalu untuk apa kita buat espresso???). Praktis memang, tapi kita kehilangan adjustability dan yang paling penting, experience-nya.

Kemudian, mesin espresso juga bisa dibedakan dari:

  1. Metoda tekanannya:
    • Pompa Manual; dengan tuas (sama dengan di atas).
    • Pompa Vibratory; kebanyakan mesin espresso untuk home-use memakai sistem ini. Mesin ini memiliki harga murah, ukurannya kecil, mampu menghasilkan tekanan sebesar 9 atmosfer yang stabil, dan cenderung menghasilkan lebih banyak crema dibandingkan pompa tipe lain. Namun getaran yang ditimbulkan lumayan besar. Jangan kaget kalau tiba-tiba anda goyang inul dan terjadi gempa lokal saat mesin bekerja
    • Pompa Rotary; hampir semua mesin espresso komersil memakai sistem ini. Mesin ini mampu menghasilkan tekanan sebesar 9 atmosfer yang stabil, besarnya tekanan dapat diubah-ubah dengan mudah dengan ketelitian tinggi, getaran yang dihasilkan lebih kecil daripada pompa vibratory. Namun saya rasa anda tidak mampu membelinya tanpa merengek pada orang tua.
  2. Metoda pemanasannya:
    • Single-Boiler: Menggunakan 1 tabung boiler yang biasanya berukuran kecil (kurang dari satu liter) dengan 2 thermostat: yang 1 diset ke suhu ekstraksi (90-96° C), 1 lagi diset ke suhu steaming (sekitar 125° C). Dibutuhkan waktu 30 detik – 1 menit untuk merubah suhu air dalam tabung dari suhu ekstraksi ke suhu steaming (dan sebaliknya).
    • HX (Heat-Exchanger): Menggunakan 1 tabung boiler berukuran besar (biasanya lebih dari 2 liter) yang diisi air tidak sampai penuh. Air dalam tabung dipanaskan pada suhu steaming sehingga selalu tersedia udara bertekanan tinggi dalam ruang tabung yang tidak terisi air. Air untuk ekstraksi dialirkan dari pipa tersendiri yang menghubungkan bagian boiler yang terendam air ke grouphead. Masalahnya, air yang dialirkan ke grouphead berada pada suhu steaming (± 125° C), terlalu tinggi untuk ekstraksi, sehingga kita perlu membuang air yang terlalu panas itu (sekaligus membilas grouphead) sampai dicapai suhu yang diinginkan untuk ekstraksi. Pokoknya terlalu panjang untuk menjelaskan proses ini (padahal mah gak ngerti :))
    • Double-Boiler: Menggunakan 2 tabung boiler: 1 diset ke suhu ekstraksi, 1 diset ke suhu steaming. Masing2 boiler sudah diset dengan suhu yang tepat untuk ekstraksi dan steaming, kita tidak perlu lagi membuang2 air untuk menurunkan suhunya seperti pada mesin dengan sistem HX. Hampir semua mesin espresso komersil menggunakan sistem ini.

Satu hal lagi yang terpenting dari secangkir espresso bukanlah menggunakan alat apa yang digunakan untuk membuatnya, namun bagaimana kita menikmatinya, menghirup aromanya, dan menyeruput hingga membasahi mulut dan tenggorokan kita.🙂

2 thoughts on “Let There Be Espresso!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s