Flashback Dua Putaran Matahari

Flashback Dua Putaran Matahari


secangkirkopitubruk.com

Dua Putaran Matahari tidak terasa, mentari masih tetap bersinar. Siapa yang dapat memadamkan walau kau keringkan lautan di bumi. Sudah pernah aku coba hingga laut mengering. Seperti usaha bunuh diri, aku kehabisan air untuk hidup.

Lupakan kebodohan itu, aku mencari bintang lain untuk menerangi. Mulailah untuk mengembangkan sayap. Mungkin Aphrodit dari Olimpus dapat menerangi.

“Akulah Hermes, Aku sudah menyeberangi lautan Poseidon untuk mencarimu!”

“Akulah Aphrodit, Ratunya para dewa, apa yang kau inginkan dariku?”

“Padamkan matahari itu, terangilah jalanku dengan sinarmu!”

terdiam sejenak, hanya melihat matahari dari puncak Olimpus

“Bahkan aku yang di hadapanmu tak mampu menutup cahayanya dari matamu”

Dunia membisu, Hermes kembali ke persembunyiannya.

Waktu terus mengembang, kekuatan kosmik tak mampu stagnan. Namun Cahaya menyimpan kenangan.

Genggam satu cahaya dan tanyakan “Darimana asalmu?

“aku yang datang menyinari pagimu”

Ambil cahaya yang lain “Darimana asalmu?”

“aku yang datang dalam terik siangmu”

katakan lagi “Darimana asalmu?”

“aku senja merah disoremu”

“Darimana asalmu?”

“Bulan memantulkanku padamu”

“Aku bertanya asalmu, bukan waktumu”

“Aku utusan Matahari”

“Kau selalu menyinari setiap waktuku? tapi aku tak pernah bisa menggenggammu?”

“Aku ada bukan karena ragaku, tapi cahayaku. Genggamlah cahaya yang ku berikan esok hari seperti kau menggenggam cahayaku yang sudah kau simpan.”

One thought on “Flashback Dua Putaran Matahari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s