Serba-serbi Arabica dan Robusta

Serba-serbi Arabica dan Robusta


secangkirkopitubruk.com

Ini memang hari yang spesial, karena siang ini saya mendapatkan kopi spesial dari orang yang spesial. “Ini oleh-oleh dari Bali”, katanya, “Maaf baru sempat ngasih”. Well, ada sedetik waktu mu untuk ku itu suatu anugrah untuk ku. Terima Kasih.

Karena Bulan Ramadhan, aku baru bisa menyeduh kopi ini setelah matahari terbenam. Satu sendok teh gula, dua sendok teh kopi, aku seduh dengan 180 ml air mendidih. Kopi pekat yang aku harapkan. Ini kedua kalinya aku merasakan Kopi Bali, namun ini pertama kalinya aku ingin begitu meresapi kepahitan, keasaman, body, dan aromanya. Lebih dari aku meminum Kopi Luwak yang melegenda.

Sudah puluhan jenis kopi yang aku rasakan, hal pertama yang aku lakukan saat mencicip adalah menebak “Arabica atau Robusta”, bukan hal yang sulit untuk mengetahuinya, bahkan aku bisa menebak saat aku menyeduh dan mencium aromanya.

Tapi kali ini, aromanya membuatku ragu, Arabika kataku. Tapi tidak sekuat Arabica Java, Mandhailing, atau Gayo. Atau karena dari Tanah Timur? Tapi, aku pernah merasakan Toraja. Aku teringat Kopi Flores, yah mungkin ada suatu hubungan. Aromanya tidak sekuat aroma rempah dari sumatra, mungkin lebih ke aroma floral.

Di kecupan pertama, pahitnya mengingatkan ku pada Robusta, cukup pahit, atau mungkin karena takaran yang aku buat. Namun dia asam, aku bertambah yakin saat body-nya mengisi ruang antara dinding rahang dan lidah. Yah ini Arabika kataku!

 

Dari cerita diatas, aku hanya ingin meyakinkan, kalau kita dapat dengan mudah untuk membedakan mana kopi arabika dan robusta.cukup mengandalkan penciuman dan indra pengecap, ditambah pengalaman tentunya.

Pertama kita bedakan dulu karakter arabica berdasarkan penelitian :

kopi

 

Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2 jenis varietas utama, yaitu kopi arabica (Coffea arabica) dan kopi robusta (Coffea robusta). Masing-masing jenis kopi ini memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri.

 

Biji kopi arabika

Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini. Kopi ini berasal dari Etiopia dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia. Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis. Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600-2000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 oC. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.

 

Biji kopi robusta

Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1989. Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu. Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut. Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah. Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia tenggara, dan Amerika Selatan.

 

Nah demikian lah ulasan dari biji Arabika dan Robusta yang saya dapatkan di http://kopigayo.blogspot.com/2008/01/perbedaan-kopi-arabika-robusta_11.html dan http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi#Biji_kopi_arabika 

Untuk memudahkan dalm membedakan Kedua jenis kopi ini dapat kita gunakan blind test. Dengan Teknik ini kita membedakan kriteria kopi menjadi beberapa yaitu fragrance, acidity, body/mouthfeel, dan bitterness. Berikut Ulasannya:

  • Fragrance (Aroma Kopi)

Arabika cenderung mengeluarkan wangi seperti rempah herbal dan floral (wangi rempah dan floral adalah tipikal untuk kopi arabica dari Jawa dan Aceh, saya tidak menyebutkan kopi Arabica dari luar negeri karena saya belum pernah mencoba, aroma arabica dari luar negeri bahkan juga bisa mengeluarkan wangi seperti berry, nutty, dll selain wangi herbal dan floral tersebut).
Fragrance Robusta cenderung mengeluarkan wangi seperti chocolate, woody (kayu) atau earthy (bau tanah tipikal kopi sumatera). Jadi bisa dikatakan arabica lebih wangi daripada robusta.

  • Acidity (keasaman)

Arabika lebih tinggi daripada robusta. karena faktor inilah orang indonesia kurang menyukai arabica.

  • Body/Mouthfell

Arabica lebih rendah daripada Robusta. Saya kurag faseh menjelaskan body itu, tapi yang jelas lidah saya bisa membedakannya. Body inilah yang membuat Robusta disukai pengopi Indonesia, bahkan Nescafe Indonesia pada produknya turut mencampurkan robusta pada produk mereka karena kebiasaan lidah Indonesia. Nescafe di luar negeri 100% arabica kecuali pada produk tertentu yang telah dicantumkan informasi blendingnya, selain itu Robusta juga dibutuhkan oleh cafe-cafe atau pengolah kopi untuk dijadikan campuran pada produk mereka.

  • Bitterness (kepahitan)

Robusta lebih pahit dibandingkan arabica. Namun terkadang bitterness juga dipengaruhi oleh faktor tingkat kematangan hasil goreng. Akan tetapi bila digoreng pada tingkat kematangan yang sama, tetap saja robusta lebih pahit daripada arabica.

 

Sebuah pemikiran yang salah bila membedain arabica dan robusta itu susah. Banyak jug yang bilang semua kopi sama aja, pahit. Jika dilakukan blind test saya dapat membedakan arabica dan robusta, bahkan bila diblend sekalipun. rahasianya? berlatih. Belilah produk kopi arabica dan robusta, seduhlah bersama-sama, seduhlah seperti saya menyeduh kopi bali diatas. Rasakan aromanya, dan kecup rasanya. Rasakan bedanya, anda akan terpesona.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s