Asa Sebatas Cahaya

Asa Sebatas Cahaya


secangkirkopitubruk.com

Aku adalah bulan, kadang tak nampak tertutup bayang,

tapi aku ada.

Kadang menjelma di balik awan, mengintip jauh ke jalan.

Sebenarnya terlihat jelas, lelah terlelap di seberang.

Tapi aku diam, kau sedang terpejam.

Sudah cukup aku lihat, seperti aku naik ke permukaan, terang memberi jalan.

Tapi apa tanpamu? Senyap, sesak, tersembunyi dalam gelap.

Menunggu dalam putaran.

Satu waktu, cahaya mu hanya untuk ku.

Saat kita sama-sama terjaga, dalam satu garis maya.

Ego ku menggelapkan dunia.

“Hanya sekejap”, aku meminta maaf pada dunia.

Sesaat, bahkan tak cukup untuk bercerita satu putaran masa.

Apalagi rasa? Hanya mengendap dalam inti massa.

Sebatas itu kah asa yang aku punya?

4 thoughts on “Asa Sebatas Cahaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s