Hujannya Para Dewa

Hujannya Para Dewa


secangkirkopitubruk.com

“Percuma memiliki kaki bersayap.”, Hermes mengeluh pada langit. Yah, sudah dua hari ini dia hanya dapat menikmati hujan dari balik jendela. Selain sayap-sayapnya tidak akan berfungsi dengan baik di derasnya hujan, kondisi fisiknya pun sedang kurang baik. Kotanya memang sedang di landa hujan deras. Hermes tak berdaya, siapa yang berani menentang Zeus?

Rindunya sudah tak terbendung, baru dua hari terkunci. Kesabarannya terbatas, sayap-sayap di kakinya tidak sabar mengepak sebebas alam. Tapi rindu pada siapa? Aphrodit? Atau kenangan di Gunung Olimpus? Hermes pun tak sanggup menjawab, hanya kembali ke sudut jendela. Di sudut itu dia merasa lepas berkomunikasi dengan alam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s