Secangkir Teh Hangat

Secangkir Teh Hangat


secangkirkopitubruk.com

SELINGKUH. Mungkin itu kata yang cocok. Salah siapa? Dia yang hadir di pagi ku, mengucapkan selamat pagi, menghangatkan jemari. Kemana saja kau selama ini? Bahkan, ampasmu tak tersisa di cangkir ku.

Berani sumpah! Bukan aku yang menghabiskannya. Lagi pula kalau aku habiskan, pasti akan selalu ku isi kembali. Sekarang? Ampas mu menghilang, ekstrak mu pun tak tahu ada dimana.

SECANGKIR TEH HANGAT. Kini terasa lebih lembut mengisi kerongkongan, seringkali lebih menghangatkan pagiku. Lembut, hangat, dan menenangkan. Kadang membuat ku lupa akan masa lalu. Seperti pagi yang baru, lebih segar, dan yang pasti selalu ada. Kecup demi kecup, memberikan sensasi baru yang lebih menyegarkan. Hingga waktu berlalu aku rasakan.

Kemana hangat mu? Kenapa sudah tak sehangat pagi tadi? Kemana lembut mu? Aku tak merasakan lagi. Apalagi menenangkan?

SELINGKUH? Aku rasa hanya PELARIAN!

2 thoughts on “Secangkir Teh Hangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s